MASA SUBUR WANITA

Cara Menghitung Masa Subur Wanita Agar Cepat Hamil

Menghitung masa subur wanita sebelum merencanakan kehamilan itu sangatlah penting.

Sebab dengan mengetahui kapan wanita mengalami puncak kesuburan setelah haid terbukti dapat memperbesar peluang terjadinya kehamilan.

Seperti yang dikatakan yourfertility.org.au kecenderungan hamil akan meningkat drastis jika pasangan suami istri berhubungan saat ovulasi. Bahkan peluangnya naik antara 27% – 33%.

Tapi tunggu, apa itu ovulasi ?

Ovulasi adalah saat dimana sel telur yang sudah matang dilepaskan oleh indung telur menuju saluran tuba falopi dan diam di sana menunggu proses pembuahan. Inilah yang dikatakan dimana wanita sedang mengalami puncak kesuburannya.

Kunci kehamilan hanyalah soal waktu yang tepat, jadi anda harus benar-benar mengetahui kapan waktu yang baik untuk sel telur bertemu dengan sel sperma.

Siklus Haid Mempengaruhi Masa Subur Wanita

Siklus haid bisa memberikan petunjuk kapan anda mulai memasuki ovulasi dan siap untuk pembuahan. Namun, siklus haid tiap wanita pastinya akan berbeda-beda, ada yang teratur dan ada juga yang tidak beraturan, terkadang siklusnya pendek namun pada bulan selanjutnya siklusnya sangat panjang.

Ini akan berpengaruh pada kapan jatuhnya masa subur anda.

Jadi hal pertama yang harus anda lakukan ialah menghitung waktu rata-rata siklus haid anda. Siklus haid adalah rentang waktu terhitung sejak hari pertama haid sampai hari pertama haid pada bulan berikutnya.

Diantara siklus tersebut terdapat masa subur wanita yang ditandai dengan pelepasan sel telur, jika anda dan pasangan melakukan hubungan pada masa subur tersebut, kehamilan akan lebih mudah terjadi. Apabila tidak terjadi pembuahan, sel telur akan meluruh dan keluar sebagai darah haid.

Kapan Masa Subur Terjadi ?

Masa subur wanita berlangsung sekitar 6 hari, yaitu 1 hari saat ovulasi terjadi dan 5 hari sebelumnya. Ini juga merefleksikan rentang hidup sperma yang bisa tetap hidup dalam rahim wanita selama 5 hari, dan rentang hidup sel telur yang hanya 24 jam.

Sehingga anda disarankan untuk rutin berhubungan diantara 6 hari tersebut, namun yang paling besar peluang kehamilannya ialah 3 hari sebelum ovulasi dimana keberhasilannya naik 33%.

Jika digambarkan dalam diagram, peluang kehamilan wanita saat masa subur akan tampak seperti berikut ini :

Jika seorang wanita melakukan hubungan di hari ke enam (warna putih) atau beberapa hari sebelum dia berovulasi, kemungkinan dia akan hamil hampir 0%. Jika dia berhubungan lima hari sebelum dia berovulasi (warna biru), probabilitas kehamilannya sekitar 10%.

Kemungkinan kehamilan akan meningkat tajam yaitu dua hari sebelum ovulasi (warna kuning) termasuk hari ovulasinya (warna jingga).

Di akhir masa subur, probabilitas kehamilan menurun dengan cepat dan seorang wanita tidak lagi bisa hamil jika dalam 12-24 jam setelah dia berovulasi tidak terjadi pembuahan selama siklus itu. Hal ini karena sel telur memiliki rentang hidup yang singkat.

Cara Menghitung Masa Subur Wanita

Wanita memiliki siklus normal antara 21-35 hari, dan umumnya kebanyakan wanita memiliki siklus haid tetap yaitu 28 hari.

Pada siklus haid 28 hari, masa subur (ovulasi) biasanya terjadi 2 minggu setelah haid hari pertama atau sebelum haid berikutnya. Jadi jika siklus anda adalah 28 hari maka kemungkinan ovulasi adalah hari ke 14 sejak haid pertama atau di pertengahan siklus.

Kita ambil contoh nyata, misalnya haid pertama pada tanggal 9 September dengan siklus 28 hari, maka kemungkinan haid pertama bulan berikutnya adalah tanggal 7 Oktober*. Diprediksikan ovulasi akan terjadi antara tanggal 22 September**, dan tanggal 20, 21, 22*** adalah  masa paling suburnya.

*7 Oktober adalah haid pertama bulan berikutnya dihitung 28 hari dari tanggal 9 September (siklus 28 hari)
**22 September adalah saat ovulasi terjadi, dihitung 14 hari setelah hari haid pertama bulan tersebut
***20, 21,22 Sept adalah masa paling subur, dihitung 3 hari sebelum ovulasi

Bagaimana jika siklus haidnya tidak teratur ?

Wanita terkadang memiliki siklus yang berbeda tiap bulannya terkadang pendek bahkan panjang, dan ini sering menjadi masalah saat menentukan masa subur.

Satu cara untuk menghitung masa subur anda ialah dengan mencatat siklus haid anda minimal 8 bulan atau lebih jika memungkinkan. Kemudian tentukan siklus terpendek dan siklus terpanjang anda. Jika sudah diketahui keduanya, cara perhitungan masa suburnya adalah sebagai berikut ;

  • Siklus haid terpendek dikurangi 18. Misalnya siklus terpendek anda adalah 24 hari dikurangi 18 hasilnya 6 merupakan awal masa subur anda
  • Sedangkan siklus terpanjang dikurangi 11. Siklus terpanjang anda misalnya adalah 30 hari, kemudian dikurangi 11 hasilnya 19 dan ini adalah hari terakhir masa subur anda..

Jika ditarik kesimpulan dari perhitungan di atas, masa subur untuk siklus 24-30 hari dimulai pada hari ke 6 dan berakhir pada hari ke 19. Jadi kesempatan besar anda untuk hamil bisa terjadi di hari ke 6 sampai hari ke 19 siklus haid.

Memang rentang masa subur akan sangat panjang jika anda memiliki siklus haid tidak teratur. Dengan demikian  metode ini hasilnya dianggap kurang akurat dibandingkan metode lain.

Jika ingin hasilnya lebih pasti, anda bisa menggunakan alat tes kesuburan. Alat ini digunakan untuk mendeteksi keberadaan Hormon Lutein (LH) yang menandakan ovulasi. Cara ini memiliki hasil lebih akurat dan merupakan pilihan tepat untuk siklus tidak teratur.

Ke Halaman 2 »

Pos Terkait

Mengenal 10 Tanda-Tanda Awal Kehamilan Pada Wanita Setelah menjalani berbagai usaha mulai dari menghitung masa subur sampai menentukan kapan waktu yang tepat untuk berhubungan, hasil akhir yang paling ...
10 Ciri-Ciri Wanita Sedang Dalam Masa Subur Tes Kehamilan Baru menikah dan ingin segera hamil, atau sudah memiliki anak namun ingin hamil kembali ? Kenali ciri-ciri saat ada sedang berada pad...

Komentar